Minggu, 05 April 2026
  • (0473) 21003
  • dinaspmd02@gmal.com

Kadis PMD Andi Syarifah Muhaeminah Perkuat Sinergi Melalui Rakor Pemerintahan se-Kecamatan Seko

Kadis PMD Andi Syarifah Muhaeminah Perkuat Sinergi Melalui Rakor Pemerintahan se-Kecamatan Seko Foto bersama dalam rapat koordonasi monitoring dan evaluasi pemerintahan Desa se-Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara

Kadis PMD Andi Syarifah Muhaeminah Perkuat Sinergi Melalui Rakor Pemerintahan di Seko demi Akselerasi Pembangunan Desa


Seko,  10 Maret 2026 - Suasana penuh semangat dan khidmat menyelimuti Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kecamatan Seko yang digelar Selasa (10/3/2026). Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Kabupaten Luwu Utara, Andi Syarifah Muhaeminah, ini dihadiri pula oleh Bupati Luwu Utara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Utara, Danyon D Pelopor Sulsel, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Kaban Baperida), Kadis DPUTRKP2, perwakilan Dinas Perhubungan, perwakilan Dinas Pertanian, Pemangku Adat Seko, Camat Seko, para Kepala Desa, BPD, serta Pengurus BUMDes se-Kecamatan Seko.


Kehadiran Bupati bersama para kepala dinas dan tokoh adat ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa di wilayah terisolir Kabupaten Luwu Utara.


Dalam sambutannya, Kadis PMD Andi Syarifah Muhaeminah menyampaikan prestasi gemilang yang diraih Luwu Utara.  

“Kami bersyukur Luwu Utara menjadi yang tercepat dalam pencairan Dana Desa Tahap 1 dan 2 tahun 2025 se-Sulawesi Selatan. Kita berhasil lolos dari pemotongan PMK 81 Tahun 2024, sehingga hak-hak pembangunan di desa dapat terserap 100% tanpa hambatan,” ujarnya di hadapan seluruh peserta.


Namun, Andi Syarifah Muhaeminah langsung menekankan “pekerjaan rumah” mendesak bagi Kecamatan Seko. Hanya tiga desa yang telah menyelesaikan LPJ tahap 2 Tahun 2025, yaitu Desa Padang Balua, Desa Beroppa dan Desa Hono.  

“Saya tekankan dan tegaskan agar semua elemen desa baik Kades, Aparat Desa, BPD, dan Pendamping Desa agar segera mempercepat penyusunan LPJ tahap 2 tahun 2025 serta APBDes Pokok 2026. Jalin kolaborasi dan kerjasama yang solid!” tegasnya.


Rakor juga membahas Pilkades Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Tanamakaleang yang sudah dibentuk panitianya oleh BPD, serta Pilkades Serentak di Desa Marante. Sementara proses penetapan tapal batas desa di Seko masih dalam tahap pengambilan data.


Berdasarkan Data Indeks Desa 2025, wilayah Seko kini menjadi fokus utama percepatan pembangunan. Meski Desa Beroppa dan beberapa desa lainnya masuk dalam kategori prioritas pengembangan, terdapat progres menggembirakan dengan berkembangnya 4 desa yang menjadi motor penggerak kemajuan di wilayah tersebut.


Di sektor ekonomi desa, dari 12 BUMDes yang ada, semuanya masih kategori Perintis (skor di bawah 55). Baru BUMDes Marante yang melaporkan progres usaha ketahanan pangan. Kadis PMD pun mendorong percepatan transformasi Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) eks-PNPM menjadi BUMDes Bersama (BUMDesma).


Selain itu, Kadis Andi Syarifah Muhaeminah meminta segera dibentuknya Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di setiap desa sesuai Surat Edaran Gubernur Sulsel serta Posyandu Era Baru sebagai implementasi layanan kesehatan skala desa.


Dengan kehadiran Bupati beserta seluruh pemangku kepentingan, rakor ini diharapkan menjadi momentum nyata bagi Kecamatan Seko untuk segera mengejar ketertinggalan dan mewujudkan desa-desa mandiri di Kabupaten Luwu Utara.